Berlibur Mungkin Bukan Jawabannya 19
Setiap orang dengan berbagai macam aktivitas rutinnya pada akhirnya akan menemui yang namanya kejenuhan, lelah dengan kegiatan yang monoton, bosan, atau barangkali akan merasa benci dan marah sebagai puncaknya. Apa yang harus kita lakukan apabila kita berada pada situasi tersebut?
Saya seringkali mendengar ucapan “saya perlu berlibur“. Memang ada saat dimana kita memang perlu berlibur dan perlu menjauh dari rutinitas serta melakukan kegiatan yang sangat berbeda. Kita mudah meyakinkan diri sendiri bahwa memang kita membutuhkan liburan untuk beberapa hari atau seminggu, agar dapat meringankan stres ‘padahal persoalan yang sebenarnya adalah kehidupan kita yang telah menjadi gila (tongue), dan apabila masalahnya seperti itu maka liburan bukan jawaban yang tepat‘ -berlibur bukanlah pemecahan yang paling baik- [I think so].
Situasi yang sungguh membingungkan, meresahkan hati, dilema tanpa henti dan batas, depresi dan marah yang tak tertuangkan. Dan parahnya situasi tersebut tidak terjadi dalam sekejap, serta perlahan-lahan malah menjebak kita. Beberapa janji dan kewajiban pun berubah menjadi lusinan kegiatan. Kebanyakan dari janji-janji kita tidak terlalu penting bila dilihat secara terpisah, bahkan mungkin hanya perlu membutuhkan beberapa menit untuk menyelesaikannya. Tetapi bila digabungkan, janji-janji dan kewajiban tersebut dapat menumpuk -dan akhirnya kita akan mudah terserang penyakit lupa- (LOL).
Janji-janji diantara rutinitas kita adalah bayangan kegiatan yang terjadwalkan atau pun tidak, diantara janji-janji tersebut mungkin saja beberapanya tidak kita inginkan lagi. Banyak diantara kita berkerja selama empat puluh, lima puluh, atau enam puluh bahkan tujuh puluh jam dalam seminggu. Diluar masalah pekerjaan, kita masih memiliki hubungan penting, termasuk keluarga yang perlu diperhatikan atau proyek yang perlu dilaksanakan. Kita akan mencari waktu senggang untuk melakukan olahraga, bahkan satu atau dua hobi. Atau kita menjadi salah satu penanggung jawab dalam kegiatan sosial dan aktif di berbagai kepanitiaan.
Apabila kita terus menambahkan kegiatan dalam jadwal kita (padahal jadwal kita sudah penuh) pada suatu saat mungkin kita akan gila, saraf-saraf kita seakan-akan meledak. Sungguh mengherankan kita masih dapat bekerja. Saya telah menyadari bahwa mengurangi kegiatan akan lebih menguntungkan daripada berlibur. Bagaimanapun, liburan hanya berlangsung satu atau dua minggu. Tetapi mengurangi janji-janji dan belajar mengatakan ‘tidak’ akan sangat bermanfaat selama 365 hari dalam setahun.
Langkah pertama untuk menyelesaikan masalah adalah menemukan akar masalah. Jika liburan merupakan hal tepat untuk dilakukan, maka berliburlah dan bersenang-senanglah. Namun, ketika liburan bukan jawabannya, maka penyesuaian gaya hidup merupakan penyelesaian sejati.
Popularity: 25%



















[...] sedikit menutup mata dan membayangkan perubahan itu, terlintas sedikit jawaban tentang semua perubahan itu. Ya, memang semua perubahan itu diperlukan, karena tanpa itu maka diri [...]
[...] s’makin tak menentu lamunan hanya menjadi pelipur lara walau sekejap meratapi bukan pula jawaban paling tepat untuk bisa mengurangi beban kesulitan ini dan kadang sebuah tindakan malah makin menambah beban [...]
@rusli zainal sang visioner : ……dan setelah kantong sobek, ketika kembali kepada rutinitas maka kita kembali lagi kepada kepenan itu
tapi buat saya liburan merupakan obat yang sangat mujarab buat kepenatan kegiatan, dan sayangnya abis liburan biasa kantong sobek sedikit. hehehe
rusli zainal sang visioner´s last blog ..Rusli Zainal sang Visioner
@zee : karena rutinitas dengan macam kegiatan mas yang masih terasa kurang menurut mas, jadi apa yang musti dikurangi. coba ketika kegiatan mas sudah terlalu overload dalam rutinitas keseharian mas, saya yakin deh salah satu atau beberapa kegiatan yang mas lakukan akan mas tebang kembali. kalo memang berlibur itu hal yang tepat dan musti dilakukan untuk menghilangkan kebosanan dalam kesibukan, why not gitu lho…..
Kalo saya mas, mencoba mengurangi kegiatan juga tidak mungkin. Justru kadang terasa kegiatan sekarang ini masih kurang, mgkn krn kesibukan yg ada mulai terasa membosankan.
Berlibur buat saya adalah salah satu hadiah utk diri sendiri biar fresh kembali
[rq=13499,0,blog][/rq]bye-bye fast food
@tukang nggame :
Kalo memang diperlukan, kenapa engga?
@kota malang :
….
wah kalo cuma menganggap saja, maka setelah liburan selesai dan kita kembali pada rutinitas kita maka rasa jenuh dan atau monoton serta stress mungkin akan kembali dengan cepat. Ya, berlibur di alam terbuka lebih TOP tuh
@tukang ngomel :
yupz…sip… arah dari tulisan ini memang kesana.
terima kasih pada rekan-rekan yang telah sudi mampir di gubug yang lemot ini
iya juga ya? kadang klo dipaksain berlibur, tugas2 yang ditinggalkan selama berlibur jadi menumpuk dan siap menelan kita saat liburan telah usai
tukang ngomel´s last blog post..Kue Moci
thank 4 sapari infonya di azaizan.info, kayanya aku baru tau ya.. wah dasar aku katrok ya..
tukang+nggame´s last blog post..tukang nggame, Let me cry